Sejarah Mungkin Gak Menarik Sampe Akhirnya Ceritanya Nyambung Dengan Hidupmu

Gak sengaja kenalan sama negara Iran gara-gara buku ini

Di postingan blog sebelumnya, gw cerita soal buku anak yang gw suka karena ceritanya absurd. Gara-gara buku itu, gw jadi nyari buku-buku lain dari penulisnya, Marjane Satrapi, termasuk buku ini: Persepolis, yang awalnya gw gak tahu isinya tentang apa. Jujur, emang gw termasuk yang jarang ngepoin sinopsis sebelum baca satu buku, karena gw gak suka spoiler. Biasanya gw baca satu buku, itu karena penulisnya terkenal, gw suka karyanya yang lain, banyak diomongin orang, atau simply karena suka covernya aja. Isinya apa, biarkan itu jadi kejutan. Dan yang ini beneran jadi kejutan, karena ternyata si penulisnya orang cukup penting, keturunan dari kaisar lama, isinya tentang biografi dia, yang dia tulis dan gambar sendiri, nyeritain tentang revolusi Iran, dimana dia ngalamin saat Iran berubah jadi negara syiah, dan semua kekacauan yang terjadi selama periode itu. Surprising banget. Gw yang sebelumnya gak familiar sama Iran, jadi “terpaksa” berkenalan, ngikutin sejarahnya, dan anehnya gw suka. Padahal gw jarang suka sejarah. Bisa jadi yang ini karena ceritanya menarik, perspektifnya unik, gambarnya bagus, atau karena gw lagi suka aja sama Marji (panggilan Marjane Satrapi), dan pengen tahu hidupnya kayak apa sampe bisa bikin cerita anak absurd. Entah yang mana.

Isi buku ‘Perspepolis’. Gambarnya juga unik, full hitam putih, tanpa abu-abu sama sekali

Di tengah buku ini, saat cerita soal pemerintah Iran yang nangkep warganya yang pendukung komunisme, gw jadi nanya sama mas suamik, “kenapa sih orang-orang itu takut atau benci sama komunis?”. Pertanyaan yang menurut gw sederhana, tapi akhirnya mas cerita panjang lebar tentang berbagai ideologi yang ada di dunia ini, termasuk komunisme dan lain-lain, tentang perebutan kekuasaan, kenapa ada negara yang alergi terhadap ideologi tertentu, di saat negara lain biasa aja, sampai spesifik sejarah Iran yang dia tahu. Gw tiba-tiba jadi merasa terhubung dengan ceritanya. Mas suamik cerita udah hampir kayak sejarawan, karena se-passionate itu dia dengan sejarah, beda banget sama istrinya.

Dulu zaman sekolah, sejak SMP, mata pelajaran yang gw gak suka itu sejarah. Karena menurut gw membosankan, kebanyakan ngebahas periode perjuangan sebelum Indonesia merdeka, termasuk yang katanya dijajah Belanda 350 tahun (yang ternyata bohong). Padahal menurut gw saat itu, setiap hari adalah sejarah, masa lalu udah berlalu, yaudah lebih baik fokus aja jalani hari ini dan siapkan diri hadapi hari esok. Sampai barulah ketika dewasa, gw belajar ilmu data, dan gw melihat ternyata sejarah itu bisa dianalogikan seperti database (basis data), yang semakin kita banyak punya, maka bisa semakin bagus pula model prediksi yang kita bikin. Tiba-tiba gw jadi merasa sejarah itu penting. Tapi untuk ngikutin semua sejarah yang ada di muka bumi ini, tetep aja gw gak ngerasa ada urgensinya. Again, beda banget sama mas suamik yang semua sejarah dia lahap. Seringnya gw cuma cari tahu sejarah tertentu kalo itu lagi ada hubungannya sama gw, dan kadang datangnya dari hal-hal yang gak penting.

Contoh hal gak penting: Gw pengen jalan-jalan ke Cina, dan gw nanya mas suamik, gw harus ke kota apa kalo mau foto di tembok besar Cina. Dia lalu mengernyitkan dahi, dan jadi nanya ke gw, “kamu gak tahu ya tembok Cina segede apa?”. Gw menggeleng. Gw kirain tembok Cina itu ya beberapa kilometer, dari ujung gunung ke ujung gunung sebelahnya, dan jawaban itu bikin mas tepok jidat. Dia jadi cerita awal muasal tembok Cina dibangun, saat Cina ngelawan Mongolia, bahwa ternyata bangsa Mongol itu pernah jadi bangsa yang sangat kuat di dunia, pertarungannya seperti apa sampe tembok Cina dibangunnya seperti itu, dibangunnya gak ujung ke ujung, makanya tembok Cina gak semuanya terhubung, dibangun selama 2500 tahun, sampe akhirnya temboknya bisa sepanjang 21.196 km. Uwedaaann, panjang bangeeeet!! Dan istrinya nanya, tembok Cina di kota apa??? Tembok Cina ada di banyak kota, woyy! XD (walau memang yang biasa dikunjungi turis ada di spot-spot tertentu). Gw jadi sangat amazed, dan cerita mas jadi menstimulus pikiran gw ke banyak hal, seperti: Kok bisa bangsa yang dulunya superior (Mongol) sekarang jadi biasa aja? Negara mana lagi yang nasibnya kayak gitu? Apa yang bisa bikin satu bangsa jadi superior? Gimana caranya supaya negara kita bisa jadi superior di masa depan? Gw jadi kagum sama Cina dan gimana mereka bisa bangun satu hal dalam jangka panjang secara berkelanjutan (penting!). Kenapa Indonesia kok kayaknya susah punya rencana jangka panjang? Apa karena pemilu kita tiap 5 tahunan? Jadi apakah sebenarnya demokrasi dan bentuk negara republik itu bukan pilihan terbaik? Isi kepala gw jadi bercabang banyak. Keinginan gw ke tembok Cina juga jadi semakin tinggi, dan gw yakin pengalamannya akan jadi sangat berbeda karena gw udah lebih tahu tentang kenapa tembok ini keren dan layak jadi keajaiban dunia. Padahal awalnya cuma karena pertanyaan gak penting.

Panjangnya tembok Cina itu kayak jalan dari ujung barat ke ke ujung timur Pulau Jawa 17x

Contoh lain gw jadi ketarik belajar sejarah karena hal gak penting adalah saat gw kerja di NGO Inggris, yang isinya 90% orang Inggris. Suatu hari, waktu ada kasus penculikan jurnalis oleh Taliban, salah satu orang kantor gw ngetwit soal itu dan mention akun orang-orang kantor. Banyak yang di-mention, kecuali gw. Jelas itu jadi bikin gw bertanya-tanya, kenapa gw gak diajak ngobrol (di twit itu)? Lagi-lagi gw jadi nanya mas suamik, cerita Taliban itu seperti apa. Mas jadi ngejelasin awal muasal Taliban di Afganistan, yang asalnya didukung Amerika, karena Amerika gak suka Rusia berkuasa di situ, tapi akhirnya setelah Rusia pergi, Taliban jadi ambil alih kekuasaan dan ngelawan Amerika, hubungannya sama Al-qaeda seperti apa di zaman Osama bin Laden yang aslinya dari keluarga Arab kaya, sampe terjadi peristiwa WTC 9-11, yang bikin orang-orang pada sensi sama Islam, lalu dimanfaatkan pemerintah Amerika untuk invasi Iraq, lalu hubungannya dengan ISIS, yang ada di sebagian Iraq dan Syria, yang ternyata aneh beda sendiri gak jelas maunya apa dan gak beraliansi dengan siapapun, sampe kasus Taliban yang paling baru terjadi. Gw yang asalnya gak tertarik, awalnya cuma pengen mengerti ‘kenapa ya gw gak di-mention di twitter sama orang kantor gw?’, setelah dijelasin, jadi bikin gw berpikir ke hal-hal lain juga, seperti relasi keislaman dan kekuasaan, apakah pemimpin agama memang harus berkuasa, geopolitik negara-negara sekitar seperti apa, dan bagaimana sebaiknya sikap kita menghadapi itu semua. Gila, ternyata sejarah semenarik itu (kalo gw lagi tertarik).

Dunia damai tetaplah yang kudambakan

Yah, begitulah kira-kira, semoga bisa menjelaskan judul dari tulisan ini. Gw yang asalnya gak suka sejarah, sekarang berpikir bahwa mempelajari sejarah adalah ‘the art of connecting the dots’. Setiap kejadian di dunia ini adalah titik-titik. Untuk orang yang gak suka sejarah, mungkin orang itu masih ngelihat sejarah sebagai titik-titik yang sporadis. Sampe akhirnya titik itu ketemu dengan titik kejadian pada dirinya, mau gak mau dia jadi berusaha menghubungkan titik itu supaya tersambung, setidaknya tersambung dengan titik-titik yang paling dekat. Bedanya dengan sejarawan, mereka sudah bisa menghubungkan banyak titik sampe yang kelihatannya jauh. So, se-ignorant apapun, gw yakin semua orang bisa jadi suka sejarah, kalo pas lagi ada hubungannya sama hidup dia, ada benang merah atau relatability dengan dirinya. Nemu relatibility-nya gimana? Nah, itu tergantung pengalaman hidup, dan bisa juga dari buku yang kamu baca, bahkan dari buku cerita anak random absurd yang gak sengaja ketemu XD

Sebagai penutup, atas semua pengetahuan yang jadi masuk ke kepala, aku ucapkan special thanks untuk suamiku, yang seperti ChatGPT untuk sejarah (dan bidang-bidang lain), yang bahkan lebih bagus jawabnya karena on point langsung ke bagian yang bikin diri ini kepo. Terima kasih AuliaGPT! (nama suami)

Sambil planning trip ke Cina,

Hani

4 thoughts on “Sejarah Mungkin Gak Menarik Sampe Akhirnya Ceritanya Nyambung Dengan Hidupmu

  1. Hehehehe~ iyaaaa ternyata seru banget ya namanya sejarah tuhhh~ XD

    Kalo ku biasanya belajar sejarah kalo lagi iseng baca novel yang latarnya historical~

    Salam kenal Kak, tulisannya menghibur ^^

    • Hehe, makasih udah baca dan nyempetin komen >,<
      Kalo boleh kutebak, pasti kamu pembaca buku-buku mba Leila Chudori nih, atau baca Book Thief, atau buku-bukunya Khaled Hosseini :s

Leave a reply to hacques Cancel reply