Aku baru pulang dari Singapura, setelah satu minggu di sana sambil merasakan suasana Idul Adha yang berbeda. Sudah lama sekali tidak jalan-jalan di kotanya, karena biasanya hanya transit di Bandara Changi untuk menuju destinasi di negara lain. Banyak hal berbeda yang kualami, dan ada juga hal yang baru kusadari, salah satunya adalah makanan.
Selama seminggu, aku dan suamiku selalu makan di luar, karena aku lupa membawa alat masak, dan ya sudah, lebih praktis makan di luar saja. Kami makan di berbagai tempat berbeda, termasuk restoran, hawker center (pujasera ala orang lokal), sampai food court di mal besar seperti MBS. Dan ada menu yang selalu ada: nasi Padang. Mungkin kamu merasa itu biasa saja, tapi buatku itu menarik. Kenapa? Karena dia selalu bersebelahan dengan makanan India, makanan Thailand, dan makanan Barat. Contohnya ini:
India adalah negara, Thailand juga satu negara, Western adalah gabungan berbagai negara, sedangkan Padang berdiri sebagai satu-satunya kota di situ. Bukan Indo food atau Indonesian Food, tapi NASI PADANG 😀 Yang menjual berbagai makanan Indonesia hanya restoran khusus Indonesia , seperti salah satu restoran yang kami coba di area Orchard. Tapi di tempat-tempat yang menjual berbagai makanan seperti di hawker center, tidak pernah kami temui ada yang menjual Indo food, hanya nasi Padang. Keren ya si nasi Padang ini. Makanan Sunda aja gak ada. Padahal makanan sunda lumayan sehat loh, banyak sayuran mentahnya XD Setidaknya ada beberapa poin yang kuambil dari sini:
- Nasi Padang sepertinya cocok di lidah banyak orang, didukung oleh rendang yang dinilai sebagai salah satu makanan terenak di dunia.
- Indonesia terbukti memang sulit branding, karena justru punya terlalu banyak keanekaragaman. Kalau seandainya ada orang yang jual ‘Indo Food’ tapi ternyata hanya jual makanan daerah tertentu, daerah lain bisa jadi merasa tidak direpresentasikan.
- Nasi Padang berpotensi besar jadi representasi Indonesia di kancah global. Walau persoalannya adalah: apakah orang-orang asing yang makan nasi Padang itu tahu bahwa itu makanan Indonesia? Atau jangan-jangan mereka menyangka itu makanan khas Singapura? Sayangnya aku tak sempat bertanya ke mereka soal hal itu.
- Di luar semua itu, aku suka branding si nasi Padang ini, karena otentik, tidak di-Inggris-kan jadi Padang Rice atau Padang Food, melainkan diperkenalkan secara literal saja, yaitu Nasi Padang.
Semoga Nasi Padang semakin mendunia dan branding kuliner Indonesia bisa makin baik ke depannya.
Jakarta, 3 Juni 2026
Sambil menikmati dried mango Filipin yang kubeli lebih murah di SG dibanding di Indo

